Trofi Piala Konfederasi Kutukan Bagi Brasil

Trofi Piala Konfederasi, Kutukan bagi Brasil

Berita Bola Utama – Akhirnya Brasil menorehkan sejarah baru di dunia sepak bola. Setelah menumbangkan juara Piala Eropa Spanyol, Brasil menjadi timnas yang dinobatkan menjadi pemenang Piala Konfederasi selama tiga kali secara beruntun. Selain itu, Brasil juga menjadi negara pengoleksi trofi Piala Konfederasi terbanyak. Tim Samba menjadi kolektor gelar Piala Konfederasi terbanyak dengan empat trofi. Trofi pertama diperoleh pada tahun 1997. Akan tetapi, hat-trick juara Piala Konfederasi ini tidak lantas membuat Brasil jumawa. Pasalnya, trofi tersebut seolah menjadi kutukan bagi tim Samba. Tiga tahun memenangkan piala pra Piala Dunia tersebut membuat Brasil puasa gelar Piala Dunia.

Kutukan tersebut dimulai ketika Brasil meraih trofi Piala Konfederasi pada tahun 1997. Ini adalah momen pertama bagi Brasil mengangkat trofi Piala Konfederasi. Pada waktu itu, Brasil melakoni laga final melawan Australia. Brasil mempecundangi Australia dengan skor telak 6-0. Laga yang diadakan di Arab Saudi tersebut justru berbuah kekecawaan. Setahun setelah mereka mengangkat trofi Piala Konfederasi, Brasil justru gagal mempertahankan predikat juara Piala Dunia yang telah mereka raih pada tahun 1994. Catatan buruk selanjutnya adalah ketika mereka meraih trofi Piala Konfederasi tahun 2005 setelah menaklukkan Argentina dengan skor 4-1. Namun, Brasil merana kembali di Piala Dunia. Langkah mereka harus terhenti di babak perempat final ketika Prancis unggul dengan gol tunggal Thierry Henry. Kejadian tersebut seolah menjadi déjà vu ketika Piala Dunia dihelat pada tahun 2010. Setelah menaklukkan Amerika Serikat di final Piala Konfederasi tahun 2009, Brasil lagi-lagi tumbang di perempat final. Kali ini Belanda menjadi aktor protagonis – Berita Bola Utama

Fenomena kutukan ini tentunya masih menghantui Brasil sampai saat ini. Piala Dunia yang akan dihelat tahun depan akan membuktikan apakah kutukan tersebut masih ada atau sudah berakhir. Jika Brasil keluar menjadi pemenang di Piala Dunia 2014, kutukan tersebut tidak perlu dipercaya lagi. Jika mereka gagal di PD 2014, Brasil patut untuk memikirkan kembali tentang kututak tersebut.

Akan tetapi, timnas Brasil tentunya semakin semangat karena mereka akan melakoni pertandingan di depan publik sendiri. Ini akan menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para pemain timnas Brasil untuk meraih juara serta mengakhri kutukan trofi Piala Konfederasi. Di Piala Konfederasi tahun ini, Spanyol menjadi tim yang sangat adigdaya. Bermaterikan pemain yang hafal dengan atmosfir laga Internasional, banyak orang memprediksi Spanyol akan memperagakan permainan cantik dan meraih juara. Akan tetapi, prediksi tersebut salah. Brasil ternyata mampu menghentikan hegemoni Spanyol. Mereka berhasil membuktikan bahwa kejayaan pola permainan tiki taka sudah berakhir. Spanyol selalu bermain dengan ball position di atas 60%. Di laga final Piala Konfederasi tahun ini, ball position Spanyol hanya 52%. Ini menunjukkan bahwa Brasil mampu membuat permainan Spanyol tidak berkembang . Berita Bola Utama