Fluminense Selamat Dari Degradasi

Fluminense Selamat Dari Degradasi

Fluminense Selamat Dari Degradasi – Fluminense yang merupakan juara Brasilerao pada tahun 2012, musim ini sangat terpuruk. Mereka harus menerima takdir berada di posisi ke-17 pada akhir tahun ini. Tapi mereka akan tetap bermain di divisi teratas Liga Sepak Bola Brazil pada musim depan karena ternyata ada hal-hal lain yang membuat mereka bisa selamat. Fluminense selamat dari jurang degradasi Liga Brasileirao Serie A setelah Portuguesa nilainya dikurangi empat dan pada akhirnya Portuguesa lah yang menanggung penderitaan harus turun kasta ke divisi di bawahnya. Hal ini dikarenakan Portugesa ketauan ternyata menggunakan pemain yang seharusnya tidak boleh bermain tetapi klub tersebut nekat tetap memainkannya di partai akhir. Akibatnya, malahan fatal bahwa Portuguesa dikurangi poinnya sampai empat.

Flu sendiri merupakan Juara Brasileirao Serie A pada musim sebelumnya, tapi 12 bulan kemudian, nasib mereka sangat mengenaskan karena harus bertengger di posisi 17 dan menghadapi takdir tragis Juara Bertahan yang harus terdegradasi ke kasta bawah pada musim berikutnya. Tetapi, ternyata takdir masih berpihak pada Fluminense ketika Portuguesa kedapatan tertangkap tangan memakai Hewerton, pemain yang seharusnya absen akibat hukuman kartu merah yang diterima dan karenanya harus diusir wasit pada pertandingan sebelumnya. Hewerton oleh Portuguesa tetap dimainkan pada pertandingan terakhir. Hal ini merupakan tindakan indispliner dan melanggar kode etik yang telah ditetapkan.

Maka, Paulo Valed Perry, Presiden dari Komite Disiplin Pengadilan Olahraga Brazil memutuskan untuk mengurangi poin mereka dengan total empat poin. Hal ini membuat Lusa, sebutan pendek Portuguesa, harus turun peringkat dari posisi 12 ke posisi 17. Sementara itu Fluminense naik peringkatnya dua strip dari posisi 17 ke posisi 15 yang membuat mereka selamat dari jurang degradasi. Portugesa dengan kata lain menggantikan tempat Fluminense yang harus tergusur ke kasta terbawah. Sekali lagi ini menunjukkan absurditas sepak bola. Ketika sepak bola tidak dimainkan secara jujur maka akan kena getahnya tentu saja tim yang bermain curang tersebut. Banyak kasus sudah terjadi.

Beberapa contoh kasus yang pernah terjadi karena tim bermain curang di antaranya ada Calciopoli, Scomessepoli bahkan di Indonesia juga terkenal dengan mafia wasitnya yang membuat geger pada akhir tahun 90-an. Akibat Calciopoli Juventus harus terdegradasi ke Serie B dan tim yang terlibat harus dikurangi poinnya. Begitu juga ketika Scomessepoli datang ke permukaan. Antonio Conte secara individu harus dihukum tidak boleh mendampingi tim yang dilatihnya sekarang hingga tiga bulan. Kemudian, untuk kasus mafia wasit di Indonesia banyak tim-tim di Liga Indonesia yang akhirnya harus terkena sanksi PSSI dan kemudian dibekukan karena terbukti mengatur pertandingan. Maka, semoga pelajaran terbaru yang dilakukan oleh Portugesa tidak diulangi oleh klub apa saja, di mana saja.