Bursa Sepak Bola Bayern Munchen Kehilangan Keseimbangan

Bursa Sepak Bola Bayern Munchen Kehilangan KeseimbanganBayern Munchen Kehilangan Keseimbangan Bursa Sepak Bola – Kedatangan Pep Guardiola membawa banyak perubahan dalam tubuh Bayern Munchen, juara Bundesliga musim lalu. Pola permainan dan strategi yang dipakai untuk musim depan banyak yang berbeda dengan pola peninggalan Jupp Heynckes. Tentu akan sulit bagi para pemain yang sebelumnya sudah lama bermain dengan pola yang dimiliki Jupp dan sukses membawa Bayern meriah kejayaan baik di kompetisi lokal maupun Internasional dan sekarang harus belajar mengaplikasikan pola yang dimiliki Pep.

Tapi sebuah perubahan selalu menimbulkan dua mata sisi, sisi baik dan sisi buruk. Yang terjadi pada Bayern Munchen saat ini adalah hilangnya keseimbangan dalam transisi bertahan ke menyerang. Ini karena para pemain masih belum fasih melakukan tugas yang diberikan pelatih mereka Pep Guardiola. Keseimbangan dalam transisi ini yang menjadi andalan Bayern Munchen memenangkan tiga gelar juara dalam satu musim.

Pola 4-2-3-1 yang diusung Pep Guardiola musim depan dengan opsi 4-1-4-1 menggantikan pola lama membuat Bayern Munchen memiliki pemain yang bertipe menyerang. Ketika menyerang, Bayern hanya akan meninggalkan satu pemain di depan para pemain bertahan untuk mematahkan serangan lawan. Itu ditambah dengan posisi wing yang diperintahkan untuk total menyerang. Berbeda dengan musim lalu dimana winger juga sesekali membantu pertahanan sampai ke bawah.

Hilangnya keseimbangan ini terlihat jelas ketika Bayern Munchen dikalahkan rival terkuat mereka Borussia Dortmund dalam laga final DFL Super Cup. Serangan cepat Borussia Dortmund dari sayap membuat para pemain bertahan Bayern Munchen kewalahan.

Pemain yang menempati posisi di depan para defender adalah Thiago Alcantara yang dalam partai tersebut mengecewakan Pep. Pep bahkan tertangkap kamera harus menampar pipi Thiago untuk memotivasi pemain yang dibawanya tersebut dari klub lamanya Barcelona Bursa Sepak Bola.

Kelemahan lain Bayern selama melakoni pertandingan pra musim adalah kurang tajamnya lini serang Bayern dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada. Pada partai melawan Dortmund saja, bayern tercatat mendapat 12 peluang mencetak gol tapi hanya dua gol yang bisa  dicetak para pemain Bayern lewat nama Arjen Robben.

Perubahan yang dibawa Pep lainnya adalah sekarang Bayern lebih mengandalkan penguasaan bola baik ketika bertahan maupun menyerang. Ciri khas pressing ketat dan serangan balik cepat berangsur menghilang dalam tubuh Bayern. Pep juga mengadopsi pola permainan yang menempatkan seorang false nine dalam formasi Munchen. False nine adalah skema permainan dimana dalam formasi tidak ada sosok penyerang tunggal. Posisi penyerang tunggal diambil oleh para pemain gelandang yang bisa merotasi posisinya dengan yang lain dala sebuah permainan.

Musim baru Bundesliga akan dimulai tanggal 9 Agustus besok dan menarik melihat hasil apa yang akan di dapat Bayaern Munchen di paruh pertama musim 2013/2014  dibawah komando pelatih baru mereka Pep Guardiola Bursa Sepak Bola.