Apakah Benteke Bisa Menjadi Penyelamat Villa?

Apakah Benteke Bisa Menjadi Penyelamat Villa? – Pemilihan Christian Benteke sebagai man of the match dari Aston Villa dalam pertandingan melawan Arsenal lebih terlihat sebagai kekurangan alternatif pilihan daripada permainan bagus yang ditunjukkan oleh pemain Belgia.

Jika manajer Villa Paul Lambert ingin memperkecil ketertinggalan atau menyamakan kedudukan saat timnya sedang tertinggal, dan dia mengandalkan seorang Benteke yang belum mencetak gol sejak 14 September, bukankah hal tersebut terjadi karena kekurangan alternatif pilihan?

Akibat kemenangan Arsenal 2-1 melawan tuan rumah – hasil yang mengantarkan the gunners kembali ke puncak klasemen Premier League dan membuat Villa berada lima poin diatas zona relegas – Benteke terlihat kehilangan sentuhan dan ketajamannya berhasil diredam oleh lini belakang Arsenal.

Sekarang ini bukanlah waktu yang menyenangkan di Villa Park. Saat para pemegang terusan merasa jengkel karena penampilan timnya, bahkan ada yang beberapa memprediksi nasib Paul Lambert tak akan lama lagi.

Dan simbol pahlawan yang dulu diemban oleh Benteke sekarang harus dipertanyakan lagi.

Pemain berusia 23 tahun asal Belgia bisa tampil sensasional dimusim debutnya di Inggris. Benteke mencetak 23 gol pada musim pertamanya dan dia dihubungkan dengan transfer senilai 25 juta pounds ke Tottenham dan Chelsea dibursa transfer musim panas lalu.

Namun sekarang dia terlihat seperti pemain yang rentan cedera, kehilangan performa puncak dan kekurangan servis dari lini tengah, dia hanya mencetak dua gol bagus saat melawan Arsenal dipertandingan pembuka.

Penampilan Benteke menurun drastis, dari pemain yang memiliki kemampuan unik dan menjadi hot item di bulan Juli menjadi pemain yang kurang percaya diri. Pemain yang keputusannya untuk bertahan di Villa Park disambut dengan gembira oleh suporter Villa dan diganjar dengan perpanjangan kontrak selama empat tahun.

Namun ada beberapa kepala yang mengatakan kenapa Villa tak memilih resiko mengambil uang dalam jumlah besar untuk Benteke bila pemain muda ini ternyata cedera berkepanjangan musim ini.

dan pada pertandingan melawan Arsenal ada secercah harapan, meski hanya beberapa menit, bahwa Arsenal yang unggul secara teknis dan kelas, ternyata bisa ditekan begitu keras.

Villa yang kekurangan kualitas, kepercayaan diri, dan kreasi, tiba-tiba bersemangat. Tak lain dan tak bukan karena “terbangunnya” Benteke. Dia yang seolah tertidur di 70 menit awal tiba-tiba terbangun dan teringat akan seberapa besar potensi yang dimilikinya.

Benteke menunjukkan fisikal yang bagus untuk melepaskan tendangan voli yang melebar, dengan 14 menit tersisa dia mencetak gol melalui sundulan ke arah tiang jauh, dan menunjukkan pada Villa bahwa mereka bukan tim kacangan.

Silahkan anda tanya pada Arsene Wenger bagaimana rasanya menahan tekanan Villa pasca gol Benteke. Bila pemain muda asal Belgia bisa menginspirasi timnya selama 14 menit, saya tak melihat adanya kemustahilan dia bisa menjadi penyelamat Villa.