Agen IBCbet Indonesia Kunci Keberhasilan AS Roma Puncaki Klasemen Serie A Italia

UC Sampdoria vs AS Roma

Agen IBCbet Indonesia Kunci Keberhasilan AS Roma Puncaki Klasemen Serie A Italia – AS Roma memperlihatkan performa menjanjikan sepanjang awal musim Serie A kali ini. Dengan Rudi Garcia duduk di kursi pelatih, hingga pekan keenam turnamen AS Roma belum sekalipun mencicipi kekalahan. Enam kemenangan yang diraih memberi banyak keuntungan untuk Roma, diantaranya koleksi poin yang mencapai 18 angka dan membawa skuad ini melambung ke peringkat pertama klasemen sementara.

Tak bisa dipungkiri bahwa kesuksesan Roma kali ini tak lain adalah berkat tangan dingin sang pelatih Rudi Garcia berhasil meramu punggawa AS Soma dan melahirkan strategi-strategi baru yang membuat pasukan I Lupi dengan gemilang mengungguli pesaing lainnya di Serie A.

Tapi selain itu, ada beberapa poin menarik lain yang dapat dikatakan sebagai faktor kesuksesasn AS Roma.

1. Pemain baru yang tepat – Agen IBCbet Indonesia

Di bursa transfer musim panas lalu, AS Roma kehilangan pemain-pemain bagus seperti Erik Lamela, Pablo Osvaldo, dan Marquinhos. Tapi dengan pintar mereka menggantinya dengan pemain-pemain bertalenta seperti Adam Ljajic, Kevin Strootman, Gervinho, dan Morgan De Sanctis.

Dan pemain-pemain anyar ini ternyata tak sia-sia dibawa bergabung ke skuad. Walau datang dengan nominal terhitung “murah”, pemain tersebut tetap mampu menunjukan kelasnya.

2. Pelatih jenius Rudi Garcia – Agen IBCbet Indonesia

Dengan formasi 4-3-1-2 yang kadang diselingi dengan 4-3-3, Rudi Garcia sukses meramu materi pemain AS Roma menjadi skuad tak terkalahkan musim ini.

Strategi serta taktik Garcia pun melahirkan AS Roma sebagai tim paling produktif, sejauh ini saja mereka telah menelurkan 17 gol. Dan satu lagi, Garcia pintar meramu lini belakang. Buktinya, hingga kini, barisan pertahanan AS Roma adalah yang paling sulit ditembus. Dari enam minggu berlaga, AS Roma hanya kebobolan 1 bola dari lawan.

3. Pemain matang – Agen IBCbet Indonesia

Mungkin beberapa tim memilih mengedepankan pemain-pemain muda, tapi AS Roma lebih senang menggunakan pemain di usia yang terhitung matang. Beberapa pemain bahkan telah menginjak usia kepala tiga. AS Roma melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan. Rudi Garcia terutama, meyakini bahwa dengan usia yang matang, ia berharap pemainnya sudah cukup memiliki pengalaman dengan asam garam pertandingan.

Lihat saja, sebagai komando pertahanan, srigala Roma ini memiliki pemain gaek Morgan De Sanctis di bawah mistar gawang. Dan tak perlu diragukan lagi bagaimana aksi De Sanctis dalam menyelamatkan gawang AS Roma.

Selain De Sanctic, jajaran barisan pertahanan pun diisi dengan nama pemain dengan usia kepala tiga lain. Sebagai bek sayap, ada Douglas Maicon dan Federico.

Tak ketinggalan jajaran pemain-pemain lain seperti Daniele De Rossi, dan juga sang kapten Francesco Totti.

4. Tak berlaga di kancah benua biru – Agen IBCbet Indonesia

AS Roma tak ikut berpartisipasi dalam turnamen di kancah Eropa musim ini. mungkin beberapa pihak menilai bahwa ini adalah hal yang buruk untuk As Roma, tapi rupanya tidak. Bleesing in disguise, dengan hanya berlaga di Serie A, Roma dapat lebih berkosentrasi serta menyimpan energi hanya untuk satu turnamen saja. ini tentu tak bisa dilakukan oleh Lazio, Napol, Juventus ataupun AC Milan yang harus membagi stamina untuk dua kompetisi.